Pembelaan Kepada Joel Dan Ethan

 

 
Dunia ini berubah, dari masa ke masa menjadi tempat yang lebih baik untuk manusia. Memang masih ada kejahatan, benar masih ada kekejian. Namun dengan teknologi, saat ini manusia bersatu melampaui batasan geografis dan negara. Bersatu melawan kekejian dan memperjuangkan kemanusiaan.
 
Artikel LGBT Indonesia kali ini mengangkat cerita tentang Joel dan Ethan. Tanggal 30 Desember 2012 di Ohio, Amerika Serikat, Joel dan Ethan pergi untuk membeli Pizza yang populer disana. Mereka sedang berpegangan tangan saat mengantri dan tiba-tiba seorang pria di depan mereka berbalik dan menghina mereka. Tanpa mereka duga, hampir semua orang yang mengantri saat itu membela mereka dan meminta pria tersebut untuk tidak mengganggu Joel dan Ethan. Tidak berhenti sampai disana, pria tersebut tetap menghina bahkan mengatakan bahwa dia jijik melihat pasangan homoseksual seperti Joel dan Ethan.
 
Bagian terbaik dari cerita ini adalah ketika pria homophobic tersebut menjadi semakin kasar, para karyawan yang bekerja disana tiba-tiba menghampiri pria tersebut dan berkata bahwa mereka tidak akan melayani dia karena dia sudah menyebarkan kebencian dan sebaiknya dia keluar dari antrian. Akhirnya pria tersebut pergi dari tempat itu.
 
Berikut adalah video wawancara mereka oleh Huffington Post. (klik DISINI bila video tidak muncul)
 
 

 
 
Cerita Joel dan Ethan ini merupakan sebuah tanda bahwa perubahan sedang terjadi di dunia. Kaum LGBT saat ini mendapatkan pengakuan yang semakin luas. Semakin banyak orang sudah memahami bahwa orientasi seksual ataupun identitas seksual seseorang tidak membuat seseorang lebih baik ataupun lebih buruk dari orang lain. Tidak ada alasan lagi buat kita untuk merasa malu atau takut karena kita berbeda orientasi seksual dengan orang kebanyakan. Dari video wawancara tersebut disebutkan juga bahwa yang membela mereka adalah heteroseksual.
 
Indonesia adalah negara yang jauh lebih toleran daripada Amerika Serikat. Walaupun memang secara hukum LGBT belum diakui di Indonesia, kasus kekerasan terhadap LGBT lebih sedikit ditemui disini. Karena itu, jangan pernah takut dengan orientasi seksual kita yang berbeda, tapi juga jangan berlebihan dalam mengekspresikannya. Ingat, seksualitas kita hanyalah sebagian kecil dari siapa kita sebenarnya. Tidak perlu dipamerkan, juga tidak perlu disembunyikan.
 
Semoga artikel ini bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman semua untuk tidak pernah menjadi malu atau takut akan orientasi seksual atau identitas seksual kita.
 
 
Salam,

Sumber: Huffington Post